Wednesday, 21 December 2016

5 misteri candi borobudur dan kajiannya dalam islam

5 Misteri Candi Borobudur dan Kajiannya Dalam Islam - Sebagai orang Indonesia kita harusnya bangga memiliki sebuah bangunan bersejarah seperti Candi Borobudur yang merupakan salah satu keajaiban dunia. Namun ada yang unik dari bangunan candi borobudur ini. Ternyata candi yang didirikan pada abad ke-8 ini menyimpan misteri-misteri dan keanehan didalamnya.

Dalam postingan kali ini admin akan menjabarkan apa-apa saja hal misteri yang ada pada Candi Borobudur. Dirangkum dari berbagai sumber yang dapat dipercaya, berikut ini 5 misteri tersebut :

1. Piramida Sempurna
Piramida Sempurna

Jika dilihat dari segi arsitektur bangunan Candi Borobudur, sangat mengejutkan bahwa hanya candi borobudur yang memiliki arsitektur bangunan yang berbeda dari bangunan-bangunan yang ada diseluruh dunia. Banyak orang yang tidak mengetahui bagaimana bangunan ini didirikan dalam kajian arsitekturnya.

Sebuah piramida raksasa yang terdapat di Mesir tidaklah serupa dengan piramida yang dimiliki candi borobudur ataupun dengan piramida di meksiko. Piramida Candi Borobudur berbentuk atau serupa dengan punden berundak yang disebutkan tidak ada yang menyamainya bahkan negara India sekalipun. 

2. Misteri Pembangunan Candi Borobudur
Misteri Pembangunan Candi Borobudur

Candi Borobudur menjadi misteri dalam hal pembangunannya. Mengapa demikian ? Hal ini menjadi sebuah keanehan yang nyata karena dianggap tidak ada satu orang pun sampai saat ini yang mengetahui bagaimana cara pembangunan Candi Borobudur ini. Sudah banyak ilmuwan dari seluruh penjuru dunia yang datang namun tidak satupun yang berhasil mengungkap cara pembanguna bangunan bersejarah ini.

3. Danau Purba
Danau Purba

Para peneliti mengemukakan fakta geologi yang menyatakan bahwa di kawasan Candi Borobudur terdapat sebuah sumur yang memiliki air yang asin pada titik-titik tertentu. Peneliti memperkirakan bahwa candi borobudur merupakan sebuah bangunan yang didirikan ditengah danau purba. Banyak peneliti dan ilmuan berdatangan untuk meneliti keanehan danau tersebut karena keanehan yang dimilikinya. 

4. Tertimbun Timbunan Letusan Gunung Merapi
Tertimbun Timbunan Letusan Gunung Merapi

Misteri selanjutnya adalah berasal dari letusan gunung merapi yang menyebabkan hilangnya Candi Borobudur. Pada tahun 1006 Borobudur tertimpa letusan gunung merapi dan disebutkan hilang dari peradaban. Tapi pada tahun 1814 secara tiba-tiba Candi Borobudur ditemukan kembali di belantara hutan tropis.

5. Misteri Angka Satu Candi Borobudur
Misteri Angka Satu Candi Borobudur

Jika diamati secara matematik, beberapa bilangan yang ada dari candi ini jika dijumlahkan angkanya akan selalu menghasilkan angka 1. Perhitungannya adalah seperti berikut ini :


  • Total dari tingkatan candi borobudur adalah 10, jika 10 tersebut dijumlahkan hasilnya : 1 + 0 = 1.
  • Total stupa di arupadhatu yang ada patung-patung didalamnya ada : 32 + 24 + 16 + 1 = 73, angka 73 bila dijumlahkan hasilnya: 10 dan seperti diatas 1 + 0 = 1.
  • Keseluruhan jumlah total patung di Candi Borobudur ada 505 buah. Bila angka-angka didalamnya dijumlahkan, hasilnya 5 + 0 + 5 = 10 dan juga seperti diatas 1 + 0 = 1.
Misteri Candi Borobudur Dalam kajian Islam
Dalam Surat SABA atau surat ke-18 ayat ke-34 :

وَجَعَلْنَا بَيْنَهُمْ وَبَيْنَ الْقُرَى الَّتِي بَارَكْنَا فِيهَا قُرًى ظَاهِرَةً وَقَدَّرْنَا فِيهَا السَّيْرَ سِيرُوا فِيهَا لَيَالِيَ وَأَيَّاماً آمِنِينَ
Berjalanlah padanya beberapa malam dan siang dengan aman (QS.34 ayat 18)

Dalam penelitian yang telah dilakukan oleh para ahli terungkap bahwa yang disebutkan Negeri Saba dalam ayat Al-Quran tersebut adalah negeri Indonesia. dengan pulau jawa sebaga pusat pemerintahannya. Arsy Saba adalah candi borobudur yang dipindahkan dari candi ratu boko yang dipindahkan atas perintah Nabi Sulaiman a.s. Padahal selama ini orang mengira arsy saba terletak di Yaman.

Untuk menguatkan fakta tersebut, terdapat 12 poin penting yang menjadi bukti bahwa Negeri Saba berada di Jawa bukanlah di Yaman. Hal ini tertuang dalam Al-Quran.


Menurut sejarahnya, Candi Borobudur didirikan pada abad ke 8. Namun menurut teori masa lalu, yaitu penelitian yang dilakukan pada batuan yang terdapat di candi tersebut menarik kesimpulan bahwa candi borobudur tidak dapat dihitung umurnya menggunakan isotop C, sehingga muncul hipotesa bahwa Candi Borobudur tidaklah dibangun pada abad ke-8.

Janganlah lupa, bahwa ‘Phenomena 19’ yang disebutkan dalam Al-Quran tersebut berasal dari kalimat : Bismillaahhirrahmaanirrahiim', yang terdapat 19 huruf didalamnya.

Kalimat tersebut beliau kirimkan kepada Ratu Saba dalam kop surat yang diberikannya. Berikut isi surat yang disampaikan Nabi Sulaiman :”Allaa ta’luu ‘alaiyya, wa’tuunii muslimin” (Jangan menyombong kepada ku dan datanglah kepada ku dengan menyerah diri).

Dapat diambil kesimpulan bahwa Phenomena 19 itu sudah diketahui oleh Nabi Sulaiman. Oleh karena itulah terdapat Phenomena 19 pada Candi Borobudur ini.

Oleh karena pembuatan Candi Borobudur dibuat oleh manusia dan juga makhluk sebangsa Jin, maka segaris lurusnya antara 3 candi yaitu : Pawon, Mendut dan Borobudur, bukanlah sebuah hal kebetulan. Karena Jin dapat melihatnya dari atas.

Untuk apa mereka membuat ketiga candi itu segaris lurus ?
Mereka membuat ketiga candi itu segaris lurus adalah untuk membuat sebuah gambar Gerhana. Dengan demikian mereka memberitakan bahwa Candi Borobudur itu adalah gambar Matahari, sedangkan Candi Mendut adalah gambar Bumi. Itu sebabnya mengapa Candi Mendut mewakili golongan manusia. Dimana pada candi tersebut, terdapat sebuah patung berwujud manusia, disamping itu karena sebagai wakil penduduk bumi adalah manusia.

Mengapa Borobudur itu merupakan gambar matahari ? Hal itu dikarenakan si Ratu Saba’ itu, dahulunya menyembah matahari, sehingga singgasana atau ‘Arsy dia pergunakan bernuansa matahari.

Mengapa candi-candi itu menggambarkan Mihrab-Mihrab?? Ya begitu disebut di dalam Al-Quran, jin-jin yang bekerja atas paksaan Sulaiman itu, mereka membuat mihrab-mihrab

وَلِسُلَيْمَانَ الرِّيحَ غُدُوُّهَا شَهْرٌ وَرَوَاحُهَا شَهْرٌ وَأَسَلْنَا لَهُ عَيْنَ الْقِطْرِ وَمِنَ الْجِنِّ مَن يَعْمَلُ بَيْنَ يَدَيْهِ بِإِذْنِ رَبِّهِ وَمَن يَزِغْ مِنْهُمْ عَنْ أَمْرِنَا نُذِقْهُ مِنْ عَذَابِ السَّعِيرِ
(١٢)

يَعْمَلُونَ لَهُ مَا يَشَاءُ مِن مَّحَارِيبَ وَتَمَاثِيلَ وَجِفَانٍ كَالْجَوَابِ وَقُدُورٍ رَّاسِيَاتٍ اعْمَلُوا آلَ دَاوُودَ شُكْراً وَقَلِيلٌ مِّنْ عِبَادِيَ الشَّكُورُ
(١٣)

12. Dan untuk Sulaiman, angin bertiup pada pagi hari sebulan dan bertiup pada petang hari sebulan. Dan kami alirkan baginya mata air dari tembaga, dan kami mudahkan sebagian dari Jin bekerja di hadapannya dengan izin Tuhannya, dan siapa dari mereka berpaling dari perintah kami, niscaya kami rasakan baginya dari azab api yang bernyala.

13. Mereka kerjakan untuknya apa yang ia kehendaki dari Mihrab-Mihrab dan Patung-patung dan Piring-piring seperti Kolam-Kolam dan Kuali-Kuali yang tetap ………………
(Al-Quran, surat Saba’, ke 34 ayat 12-13)

Adalah Fahmi Basya yang memiliki pendapat Candi Borobudur itu adalah sebuah peninggalan dari Nabi Sulaiman. 

Nah, demikianlah penjelasan singkat dan padat mengenai 5 Misteri Candi Borobudur dan Kajiannya Dalam Islam. Semoga artikel ini dapat menjadi penambah pengetahuan dan wawasan Sobat semua.

Thursday, 17 November 2016

Gunung Wurung

Gunung Wurung merupakan sala satu gunung yang berada di daerah Kebumen, Jawa Tengah.
Dalam bahasa Jawa gunung wurung memiliki arti ‘gunung separuh’ karena memang bentuknya yang berbeda dengan kebanyakan gunung yang ada dimana gunung Wurung tersebut tidak memiliki puncak.
Berdasarkan ilmu geologi, terbentuknya gunung Wurung tersebut disebabkan oleh munculnya magma dari dalam bumi yang hendak menerobos permukaan bumi namun terlanjur membeku dan muncul kepermukaan bumi hingga tidak memiliki puncak gunung.
Oleh sebab itu gunung tersebut seperti telihat separuh. Namun, warga sekitar daerah Kebumen percaya bahwa sebenarnya ada kisah sejarah asal mula terbentuknya Gunung Wurung tersebut, berikut kisahnya.
Pada jaman dahulu terdapat sebuah desa dengan tanah yang sangat datar. Tidak ada sedikitpun bukit atau gundukan tanah pada daerah tersebut. Masyarakat desa menginginkan adanya bukit atau gunung di daerah mereka tinggal.
Oleh sebab itu mereka berdoa kepada para dewa untuk membuatkannya gunung di desa mereka tersebut. Pada suatu malam, para petuah desa pergi kehutan untuk manjatkan doa.
Setelah para petuah dan beberapa warga desa berdoa kepada para dewa dengan khusu, keinginan merekapun dikabulkan oleh para dewa namun dengan satu syarat bahwa saat para dewa membangun sebuah gunung tidak boleh ada satu warga desapun yang melihatnya karena memang wujud mereka tidak boleh dilihat oleh manusia.
Para wargapun menyetujui persyaratan tersebut kemudian keesokan harinya mereka menemui para warga yang lainnya dan sang kepala desa memberitahukan kepada warganya agar saat menjelang malam hingga matahari terbit kembali tidak boleh ada satupun warga yang keliuar rumah untuk beraktivitas karena para dewa akan membangunsebuah gunung di daerah tempat meeka tinggal.
Merekapun menuruti perkataan kepala desa dan saat hari menjelang sore para warga masuk kerumah dan mengunci pintunya agar tidak ada satupun orang yang keluar rumah.
Saat malam menjelang, para dewa mulai turun dari langit dan membangun gunung yang diminta oleh para warga. Dewa-dewa tersebut saling bekerja sama membangun gunung dari bongkahan bongkahan batu dan tanahy yang disusun meninggi keatas hingga membentuk sebuah gunung.
Saat proses pembetukan puncak gunung dan hari sudah akan menjelang pagi yaitu subuh tepatnya, tiba- tiba ada seorang gadis yang keluar rumah dan hendak pergi ke sungai. Rupanya sang gadis tersebut tidak mengetahui pengumuman yang diberikan oleh kepala desa agar tidak keluar rumah.
Sang gadis pergi kesungai untuk mencuci beras yang akan dimasaknya. Saat diperjalanan alangkah terkejutnya sang gadis melihat rupa para dewa dan mengaanggapnya sebagai makhluk halus.
Sang gadispun berlari sambil meminta tolong dari beras yang ia bawa jatuh berhamburan ke tanah. Para dewa sangat kecewa dengan hal tersebut karena syarat yang telah dibuat dilanggar oleh salah satu warga.
Para dewa itu pun langsung menghentikan pekerjaan mereka yang belum selesai dan segera kembali ke atas langit. Sedangkan beras yang tumbah dan berserakan di atas tanah berubah menjadi batu.
Gunung yang telah dijanjikan tersebut tidak diselesaikan hingga mencapai bukit hanya sebagian atau separuh saja. Oleh sebab itu gunung tersebut diberi nama Gunung Wurung atau Gunung Separuh.